Sebagian emiten justru keluar karena kapitalisasi pasarnya meningkat dan dinilai layak masuk ke kelompok indeks yang lebih tinggi.
Namun, perpindahan kategori tersebut belum dapat dilakukan akibat adanya pembekuan sementara dari MSCI.
Secara teknikal, Phintraco melihat pelebaran histogram negatif pada indikator MACD masih berlanjut, seiring stochastic RSI yang bergerak menuju area oversold. Kondisi ini dinilai membuka peluang IHSG kembali menguji area support jangka pendek.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.700-6.650 pada perdagangan pekan depan,” tulis Phintraco.
Penyusutan Bobot
Bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets (EM) diperkirakan menyusut tajam menjadi sekitar 0,5 persen dari sebelumnya 0,7 persen setelah hasil rebalancing MSCI Mei 2026 memicu gelombang pengurangan saham Indonesia di indeks global.