sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rekor, IPCC Bukukan Laba Bersih Rp256,1 Miliar Sepanjang 2025

Market news editor Rahmat Fiansyah
26/03/2026 17:05 WIB
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun lalu. 
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun lalu. (Foto: Ist)
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun lalu. (Foto: Ist)

Menariknya, pertumbuhan kinerja IPCC juga didorong oleh akselerasi tren kendaraan listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), yang menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan perseroan di tahun 2025. IPCC melayani lebih dari 101.731 unit kendaraan listrik, dengan dominasi merek asal China yang menyumbang lebih dari 80.000 unit. Hal ini tidak hanya memperkuat peran IPCC dalam ekosistem logistik otomotif masa depan, tetapi juga menegaskan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang dari transisi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

IPCC berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, keselamatan dan penanganan seluruh kargo yang dilayani oleh Perusahaan. Pada 2025, perseroan menerapkan secara full single billing dan pada kuartal IV, IPCC resmi meluncurkan inovasi bisnis In-Land Transportation sebagai perwujudan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions yang memperkuat arah perseroan sebagai pemimpin layanan logistik terminal kendaraan yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia. 

IPCC juga mencatatkan kenaikan total aset sebesar 11 persen dari Rp1,85 triliun pada 2024 menjadi R 2,05 Triliun pada akhir 2025 dimana kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas IPCC mencapai Rp 1,08 Triliun yang naik sebesar 33,5 persen. 

Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro menuturkan, perseroan telah melakukan sejumlah upaya untuk menciptakan nilai tambah dari setiap layanan seperti efisiensi biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan serta penggunaan sistem pembayaran yang terintegrasi melalui digitalisasi seperti PRAYA dan PTOS-C yang memungkinkan pengguna jasa dapat mengetahui tagihan atas layanan IPCC secara real time, mengurangi proses tatap muka serta berhasil mengurangi ACP (average collection period) dari 31,74 pada tahun 2024 menjadi 29,05 pada tahun 2025.

“Sebagai salah satu entitas bisnis di Pelindo grup yang memiliki fundamental solid, kami tidak memiliki kewajiban perseroan dalam bentuk utang kepada perbankan maupun pihak lain (debt free company) sehingga memberikan ruang gerak yang lebih prudent serta independensi pengelolaan keuangan untuk pengembangan perseroan," kata Wing melalui keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement