IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I-2026. Di tengah tantangan likuiditas industri perbankan serta dinamika geopolitik dan ekonomi global, BNI mampu menjaga pertumbuhan bisnis melalui ekspansi kredit yang sehat, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi digital berkelanjutan.
Hingga akhir Juni 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BNI meningkat 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun. Sementara pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) juga tumbuh 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut mendorong pre-provision operating profit (PPOP) BNI mencapai Rp18,5 triliun, atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perseroan untuk periode semester pertama. Adapun laba bersih BNI pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp10,8 triliun.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital. Strategi tersebut diarahkan pada sektor dan ekosistem dengan prospek pertumbuhan sehat untuk menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah.
“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen,” ujar Putrama dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).