AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Resmi IPO, Perma Plasindo (BINO) Optimistis Industri Alat Tulis Terus Tumbuh

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 25 November 2021 09:42 WIB
PT Perma Plasindo Tbk (BINO) resmi melakukan IPO dengan melepas sejumlah 435.000.000 atau 435 juta saham.
PT Perma Plasindo Tbk (BINO) resmi melakukan IPO dengan melepas sejumlah 435.000.000 atau 435 juta saham.
PT Perma Plasindo Tbk (BINO) resmi melakukan IPO dengan melepas sejumlah 435.000.000 atau 435 juta saham.

IDXChannel - PT Perma Plasindo Tbk (BINO) resmi melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 435.000.000 atau 435 juta saham. Besaran saham itu setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan dengan harga Rp138 per saham.

Perseroan dengan kegiatan usaha utama memproduksi dan mendistribusikan alat tulis kantor merk BANTEX ini menunjuk PT. Indo Capital Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek kemudian PT Semesta Indovest Sekuritas dan Phillip Sekuritas Indonesia sebagai Pelaksana Emisi Efek.

Direktur Utama BINO, Kristanto Widjaja menjelaskan, banyak orang berpendapat bahwa alat tulis adalah sunset industry. Namun dia meyakini bahwa kebutuhan alat tulis tidak akan pernah hilang atau tergantikan oleh digital sepenuhnya.

"Perangkat digital akan menjadi pelengkap yang tidak terpisahkan untuk semua stationery yang selama ini kita gunakan, seperti kertas, ballpoint, stapler, perforator, dsb. Khusus untuk filing produk, untuk penyimpanan dokumen kita masih banyak perlu menyimpan dokumen penting secara fisik, seperti akta perusahaan, bukti kepemilikan aset, dokumen kontrak, dsb bahkan beberapa harus disimpan selama bertahun-tahun sesuai tuntutan Undang-Undang," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Maka itu, menurut Kristanto, solusi yang tersedia dari para pemain besar digital, sementara ini hanya mengelola dokumen secara digital saja, tidak memikirkan kaitan dengan dokumen fisiknya. Sementara konteks saat ini, Perseroan perlu tools yang bisa membantu untuk menemukan dokumen tersebut apabila diperlukan, baik untuk dibaca dan diketahui isinya, ataupun apabila diperlukan dokumen fisiknya. BANTEX Hybrid e-filing adalah jawaban atas hal tersebut.

BINO yang berdiri dari tahun 1992 menaungi beberapa anak perusahaan yang bergerak dalam bidang alat tulis kantor, terintegrasi dari manufacturing sampai dengan distribusi, serta beberapa anak perusahaan yang produknya menjadi pelengkap proses produksi maupun melengkapi assortment produk yang dijual.

Bantex dimulai sejak tahun 1986 di Indonesia, diproduksi dan didistribusikan oleh Entitas Anak PT Batara Indah, yang saat ini menjadi bagian perseroan yang melakukan produksi perseroan. Setelah lebih dari 35 tahun menggarap pasar Indonesia, BANTEX telah menjadi salah satu pemain utama di pasar.

Seiring perkembangan dunia teknologi saat ini, dimana digitalisasi telah merambah ke semua aspek kehidupan kita, perseroan melihat peluang untuk mengembangkan solusi elektronik filing. BANTEX Hybrid e-Filing adalah filing system satu-satunya di dunia yang menggabungkan akses file fisik dan file digital dalam satu platform, bisa diakses dari mana saja, ter-enkripsi dan aman. 

Solusi ini dikembangkan oleh Entitas Anak, yaitu BINO Digital Solution Pte. Ltd. bekerjasama dengan PT SSCX Teknovasi Prima dan Sircured Pte . Ltd. Singapura. BANTEX Hybrid e-filing ini diperkirakan akan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan rata-rata pendapatan sekitar 14% dalam beberapa tahun kedepan, dengan fokus awal menggarap perusahaan UMKM dan personal filing, sebelum merambah ke corporate pada tahapan berikutnya.

Berdasarkan data Kemenkop UKM, hingga Agustus 2021 sebanyak 15.3 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah masuk ke platform digital, realisasi tersebut telah melampaui target Pemerintah pada tahun ini. Hal tersebut menunjukan adanya peningkatan literasi digital oleh sektor UMKM yang diperkirakan akan berkontribusi terhadap pertumbuhan GDP Nasional.

Melihat tren digitalisasi yang bertumbuh pesat pada sektor ini, BANTEX Hybrid e-filing akan menjadi jawaban atas kebutuhan ini, dan sekaligus menjamin keberlangsungan usaha yang semakin solid kedepannya.

Pada tanggal 16 November 2021 Perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. Selama masa penawaran umum tanggal 18 – 23 November 2021, saham PT Perma Plasindo mendapatkan minat yang luar biasa dari para investor sehingga seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik.

Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp60 miliar dimana dana yang diperoleh ini sebagian besar sekitar 63% akan digunakan untuk pelunasan hutang pada pihak ketiga. Hutang ini sebelumnya digunakan untuk melakukan pembelian aset tanah dan bangunan yang digunakan untuk operasional Perseroan.

Ini akan menghemat biaya sewa gudang dan kantor. Secara keseluruhan, perbaikan tersebut akan semakin meningkatkan profitabilitas perseroan dalam jangka panjang. Sisa dana sekitar 37% akan digunakan untuk pembelian mesin dan menambah modal kerja Perseroan. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD