BNBR akan memanfaatkan dana hasil rights issue untuk membayar utang kepada sejumlah pihak. Sebanyak Rp4,36 triliun digunakan PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) untuk melunasi utang kepada Hartman International Pte Ltd Rp3,66 triliun dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) Rp700 miliar.
Selain itu, BNBR juga mengambil dana rights issue Rp1,09 triliun untuk melunasi utang kepada PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), Rp300 miliar digunakan sebagai pinjaman ke PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) untuk membangun rest area di Tol Cibitung-Cimanggis, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.
BNBR juga belum mengumumkan harga pelaksanaan yang kemungkinan bakal diinformasikan dalam prospektus final. Namun, jika mengacu pada penggunaan dana rights issue, harga pelaksanaan akan berada di kisaran Rp66 per saham, lebih rendah dibandingkan harga saham BNBR saat ini Rp155 per saham.
Perseroan juga telah mengeluarkan jadwal indikatif pelaksanaan rights issue. Sesuai jadwal, tanggal perdagangan saham dengan HMETD (cum right) akan berakhir pada 20 Mei 2026 sedangkan tanggal pencatatan akan dilakukan mulai 26 Mei 2026.
(Rahmat Fiansyah)