Data ketenagakerjaan juga dapat memberikan petunjuk apakah The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga. Data yang dirilis pekan ini menunjukkan inflasi masih berada jauh di atas target tahunan bank sentral AS sebesar 2 persen.
Kontrak berjangka Fed funds pada akhir perdagangan Jumat menunjukkan probabilitas sebesar 57 persen The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Investor khawatir laporan ketenagakerjaan yang kuat, yang menunjukkan lonjakan besar dalam penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan upah yang tajam, dapat meningkatkan probabilitas tersebut.
“Apa yang ingin dilihat pasar saham adalah data yang terus memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap,” kata chief portfolio manager bidang ekuitas di Northwestern Mutual Wealth Management, Matt Stucky.
Data ekonomi lainnya yang akan dirilis pekan depan mencakup laporan aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data bulanan sebelumnya dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.
“Kami menilai keberlanjutan momentum tersebut hingga September merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan,” kata Stucky.