IDXChannel - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent telah mengambil tindakan untuk menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang.
Dilansir dari Yahoo Finance pada Sabtu (22/8/2026), langkah ini disebut mempersulit pekerjaan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dan bahkan mungkin memaksanya untuk menaikkan suku bunga acuan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot setelah Departemen Keuangan mengatakan akan menggandakan jumlah obligasi Treasury 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun yang dibeli kembali. Operasi ini akan dimulai pada 9 September dan berlaku hingga 4 November.
Langkah ini diambil setelah imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun pada awal pekan ini, di tengah kekhawatiran investor atas defisit fiskal yang lebih tinggi, dampak investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI), dan inflasi yang sulit reda.
Langkah Bessent memiliki implikasi bagi bank sentral. Selama konferensi persnya pada 29 Juli, Warsh menyambut baik imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.