IDXChannel - Goldman Sachs menyebut peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September 2026 sangat kecil.
Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (20/8/2026), prediksi tersebut didasari meredanya inflasi di Amerika Serikat (AS).
Dalam laporannya baru-baru ini, Kepala Ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, juga mengutip serangkaian data ekonomi yang kurang memuaskan, di antaranya penjualan ritel yang lesu dan angka pekerjaan yang kurang menggembirakan.
"Setelah dua bulan data pekerjaan dan inflasi yang jauh lebih lemah, sulit untuk melihat pembuat kebijakan yang pro-pelonggaran kebijakan moneter akan beralih ke kenaikan suku bunga," kata Hatzius.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Thr Fed akan menggelar pertemuan pada 15-16 September.