Sejalan dengan peningkatan pendapatan, perseroan juga berhasil mencatatkan lonjakan profitabilitas yang kuat. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp92,21 miliar, meningkat signifikan sekitar 165 persen dibandingkan Rp34,81 miliar pada tahun sebelumnya.
"Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan laba usaha serta efisiensi beban operasional yang berkelanjutan," kata Budi.
Selain itu, laba usaha perseroan meningkat menjadi Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin dan efektivitas pengelolaan biaya.
Budi mengungkapkan, pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat. "Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya.