Dari sisi struktur pendapatan, kata dia, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi hingga 54 persen atau Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus bisnis perseroan sebagai pengembang properti.
Di sisi lain, kontribusi dari segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting dalam memberikan pendapatan berulang (reccuring income) yang lebih stabil, terutama seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Memasuki 2026, Budi mengatakan, perseroan akan tetap berfokus pada pengembangan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar yang kuat, sekaligus mempercepat monetisasi proyek eksisting untuk mendukung arus kas yang lebih sehat.
Di saat yang sama, perseroan juga terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang, khususnya dari segmen hospitality dan aset komersial, guna memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang. Kombinasi tersebut akan menjadi fondasi yang kuat bagi perseroan dalam menjaga kesinambungan kinerja di masa mendatang.
“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang. Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti,” ujar Budi.
(Dhera Arizona)