Namun, percepatan permintaan dari China, yang tercermin dari lonjakan persediaan minyak mentah Negeri Tirai Bambu, serta produksi shale oil AS yang lebih rendah dari perkiraan dan penurunan signifikan stok minyak AS, membuat keseimbangan pasar diperkirakan mengetat lebih cepat.
Dengan asumsi tersebut, momentum masuk ke sektor migas dinilai lebih tepat pada semester I-2026.
Berdasarkan perubahan pandangan itu, Indo Premier menaikkan peringkat sektor migas menjadi overweight.
Meski premi risiko geopolitik menjadi tambahan sentimen positif, pendorong utama kenaikan rekomendasi tetap berasal dari fundamental pasokan yang lebih ketat dan akselerasi permintaan China.
Saham pilihan utama (top pick) Indo Premier adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan rekomendasi beli dan target harga Rp2.000 per saham.