Indo Premier memperkirakan laba bersih kuartal IV-2025 akan melonjak secara kuartalan, didorong ekspor konsentrat dari AMMN yang diproyeksikan membukukan pendapatan hingga USD1 miliar pada periode tersebut, serta kontribusi penuh 70 persen kepemilikan di Blok Corridor pasca akuisisi Repsol.
Secara taktis, investor disarankan mengambil untung jika ketegangan Iran kembali meningkat dalam jangka pendek.
Namun, tanpa adanya gangguan besar di Pulau Kharg, yang menjadi pusat fasilitas ekspor minyak Iran, harga minyak berpotensi terkoreksi hingga sekitar USD5 per barel, atau kembali ke kisaran USD65 per barel. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.