AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Risiko Penularan Covid Tinggi, Epidemiolog Waspadai Penumpang KRL yang Kembali Berdesakan

MARKET NEWS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 06 Desember 2021 11:22 WIB
Kasus Covid-19 di Indonesia telah menurun secara signifikan selain itu penerapan protokol kesehatan juga sudah mulai melonggar.
Kasus Covid-19 di Indonesia telah menurun secara signifikan selain itu penerapan protokol kesehatan juga sudah mulai melonggar.  (Foto: MNC Media)
Kasus Covid-19 di Indonesia telah menurun secara signifikan selain itu penerapan protokol kesehatan juga sudah mulai melonggar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kasus Covid-19 di Indonesia telah menurun secara signifikan selain itu penerapan protokol kesehatan juga sudah mulai melonggar. Faktanya saat ini sarana transportasi kereta rel listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek penuh sesak dengan penumpang.

Penumpang yang naik KRL tampak saling berdempetan dan sama sekali tidak memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak. Lantas apakah kondisi ini berpotensi untuk menyebabkan penularan Covid-19?

BACA JUGA:

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 apalagi di tengah ancaman Omicron, maka sistem transportasi umum harus dianggap sebagai lingkungan berisiko tinggi.

"Sementara itu, sulit untuk menutup angkutan umum karena merupakan layanan penting untuk memberikan mobilitas di masa pandemi. Termasuk untuk menyediakan akses ke fasilitas perawatan kesehatan dan layanan publik lain, kata Dicky, saat dihubungi MNC Portal, Senin (6/12/2021).

Dalam kesempatan tersebut Dicky pun menjelaskan beberapa alasan sistem transportasi umum sangat berisiko tinggi, diantaranya:

1.Banyak orang di ruang terbatas dengan keterbatasan ventilasi.

2.Tidak ada kontrol akses untuk mengidentifikasi orang yang berpotensi sakit.

3.Berbagi permukaan umum untuk disentuh. Misalnya: mesin tiket, pegangan tangan, kenop pintu, dll.

Oleh karena itu, diharapkan para operator angkutan umum dapat memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD