Kinerja saham yang impresif tersebut sejalan dengan penguatan fundamental bisnis logistik batu bara yang menjadi tulang punggung perseroan.
RMKE terus memperkuat ekosistem operasionalnya melalui integrasi hauling road yang menghubungkan area tambang langsung ke fasilitas angkutan utama. Infrastruktur ini kian strategis seiring dengan pemberlakuan larangan pengangkutan batu bara melalui jalan umum di Sumatera Selatan mulai 2026, yang secara struktural meningkatkan peran jalur hauling khusus dan moda kereta api sebagai tulang punggung distribusi.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah dan persiapan memasuki 2026, RMKE telah menuntaskan pembangunan hauling road baru yang telah terhubung dengan tiga pelanggan baru PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), Menambang Muara Enim (MME).
Ketiga pelanggan baru ini berpotensi meningkatkan tambahan volume baru pada tahun 2026 sebesar 3 juta ton. Untuk mengimbangi pertumbuhan volume yang signifikan, Perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas infrastruktur dengan membangun container yard baru yang menggandakan kapasitas loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun, serta melakukan ekspansi kapasitas pelabuhan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun.
Dari sisi kinerja keuangan, penguatan operasional mulai tercermin pada kuartal III-2025, di mana RMKE membukukan operating revenue sebesar Rp546,7 miliar, tumbuh 5,7 persen secara tahunan.