Kontribusi pendapatan tercatat relatif seimbang, berasal dari segmen coal sales sebesar 53,5 persen dan coal services sebesar 46,5 persen, mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mendiversifikasi sumber pendapatan.
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, RMKE berhasil membukukan laba bersih usaha sebesar Rp138,2 miliar yang 81,2 persen berasal dari segmen jasa Perseroan.
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai penguatan kinerja RMKE didukung oleh model bisnis yang semakin terintegrasi dan visibilitas pertumbuhan yang lebih jelas.
“RMKE kini tidak hanya bergantung pada penjualan batu bara, tetapi sudah bertransformasi menjadi pemain logistik terintegrasi dengan infrastruktur hauling road dan pelabuhan yang solid. Ini memberikan stabilitas pendapatan sekaligus membuka ruang pertumbuhan berkelanjutan di tengah pengetatan regulasi angkutan batu bara,” ujar Bernadus.
Untuk mendukung ekspansi ke depan, RMKE juga berencana melanjutkan penerbitan obligasi pada Februari 2026 dengan target penghimpunan dana sekitar Rp600 miliar, dengan kupon yang lebih kompetitif dibandingkan penerbitan sebelumnya.