"Mereka menginginkan bahwa kalau sekarang kan yang perlu dibuka investornya itu kalau di atas 5 persen ya kan, nah mereka bilang kalau bisa itu diturunkan tidak hanya di batas 5 persen karena saya lihat di beberapa negara seperti India 1 persen, yang lain 2 persen, nah mereka ingin itu juga diturunkan," lanjut Rosan.
Rosan menilai penurunan batas keterbukaan kepemilikan saham hingga kisaran 1–2 persen akan meningkatkan transparansi pasar dan mempersulit terjadinya praktik manipulasi harga.
Masukan tersebut, lanjut Rosan, telah ia sampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI untuk dapat dikaji lebih lanjut. Ia meyakini, jika langkah-langkah tersebut dijalankan, kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia akan semakin kuat.
"Kalau itu dijalankan mereka akan semakin confidence dengan pasar kita, tapi dengan aksi yang kita lakukan beberapa hari terakhir ini mereka juga meresponsnya sangat positif. Jadi insyaallah saya yakin hari Senin dan berikutnya pasar kita akan rebound dan berjalan dengan baik," kata Rosan.
(Febrina Ratna Iskana)