AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19830.52
-1.05%
-210.34
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
0.00
-100%
-15804.38
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
840,925 / gram

Rugi Bengkak, Saham Matahari Putra (MPPA) Tetap Melesat 3 Hari Beruntun

MARKET NEWS
TIM RISET IDX CHANNEL
Jum'at, 05 Agustus 2022 09:55 WIB
Investor tetap memborong saham MPPA di tengah kerugian yang dialami perusahaan pada semester I tahun ini.
Rugi Bengkak, Saham Matahari Putra (MPPA) Tetap Melesat 3 Hari Beruntun. (Foto: MNC Media)
Rugi Bengkak, Saham Matahari Putra (MPPA) Tetap Melesat 3 Hari Beruntun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Harga saham emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melesat di awal perdagangan Jumat (5/8/2022). Investor tetap memborong saham MPPA di tengah kerugian yang dialami perusahaan pada semester I tahun ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.41 WIB, saham MPPA naik 6,19% ke Rp240/saham dengan nilai transaksi Rp23,11 miliar dan volume perdagangan 96,71 juta.

Penguatan pagi ini melanjutkan kenaikan sejak Rabu (3/8) sebesar 0,97% dan 8,65% pada Kamis kemarin (4/8).

Praktis, dalam sepekan, saham MPPA naik 8,11% dan dalam sebulan melonjak 30,77%. Adapun, sepanjang 2022, saham ini malah anjlok 44,70%.

Sebelumnya, pada Senin (1/8), MPPA mengumumkan, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp158,60 miliar pada semester I 2022. Angka tersebut naik 73,33 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp 91,50 miliar.

Padahal, penjualan bersih perseroan meningkat 4,80 persen menjadi Rp 3,71 triliun dari sebelumnya Rp 3,54 triliun. 

Adapun, penjualan pada segmen eceran atau ritel tercatat sebesar Rp 3,47 triliun, naik 6,69 persen dari sebelumnya Rp 3,25 triliun. Sementara, penjualan segmen grosir tercatat sebesar Rp 245,96 miliar, turun 16,12 persen dari Rp 293,27 miliar.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan sepanjang semester pertama tahun ini naik sebesar 4,4 persen menjadi Rp3,04 triliun dari sebelumnya Rp 2,91 triliun. Ditambah beban penjualan yang naik 30,79 persen dari Rp 114,47 miliar menjadi Rp 149,72 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, total nilai aset perseroan menurun 5 persen dari periode akhir tahun lalu yang sebesar Rp 4,65 triliun. Kemudian, total liabilitas turun 13,54 persen menjadi Rp 3,51 triliun dari akhir 2021 yang sebesar Rp 4,06 triliun.

Adapun, ekuitas perseroan juga turun 27 persen menjadi Rp 425 miliar dari Rp 584 miliar pada akhir tahun lalu.

Perseroan menyatakan masih akan terus melakukan ekspansi melalui pembukaan gerai dengan tetap memperhatikan luas gerai sehingga pelaksanaan operasional dapat efektif dan efisien.

Tahun ini, perseroan berencana menjalankan ekspansi dengan membuka sekitar 15 gerai baru. Untuk itu, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 75 miliar yang akan dipergunakan untuk ekspansi dan renovasi gerai.

Selain itu, ekspansi juga akan dilakukan melalui pembukaan gerai-gerai supermarket dengan skala luasan lebih kecil, namun lebih dekat dengan pemukiman dan perkantoran. (ADF)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD