Nilai ekuitas perusahaan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari USD5 miliar atau sekitar Rp90,46 triliun (asumsi kurs Rp18.091 per USD).
Jika memperhitungkan utang, valuasi keseluruhan EDC dapat mencapai sekitar USD7 miliar atau setara Rp126,64 triliun, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Sumber tersebut mengatakan kedua perusahaan saat ini bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengevaluasi potensi transaksi.
Meski demikian, proses pembahasan masih berlangsung dan belum ada kepastian bahwa negosiasi akan berujung pada kesepakatan.
BREN saat ini memiliki portofolio pembangkit listrik tenaga panas bumi dan angin yang dioperasikan melalui sejumlah anak usaha.