Selain memiliki eksposur langsung terhadap bisnis batu bara, keluarga Haji Isam juga memperkuat ekosistem pendukung pertambangan melalui PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE). Perseroan bergerak di bidang infrastruktur pertambangan, termasuk jalan angkut, stockpile, terminal batu bara, hingga jasa kepelabuhanan.
Dengan demikian, apabila rumor akuisisi BYAN benar-benar terealisasi, aksi tersebut akan memperkuat posisi Haji Isam sebagai salah satu pemain besar di industri tambang nasional, sekaligus memperbesar eksposurnya terhadap bisnis batu bara.
Saham BYAN dan Jhonlin Ikut Terbang
Rumor tersebut turut menjadi perhatian investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), saham BYAN ditutup melonjak hingga batas auto rejection atas (ARA) 20,00 persen ke level Rp14.400 per unit.
Kapitalisasi pasar BYAN pun mencapai sekitar Rp480 triliun.
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah saham yang terafiliasi dengan bisnis Jhonlin. Saham TEBE ditutup ARA 25,00 persen ke Rp1.375 per unit.
Sementara itu, saham perkebunan milik keluarga Haji Isam, JARR, naik 6,63 persen menjadi Rp2.010 per unit. Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) turut menguat 2,68 persen ke level Rp7.650 per unit. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.