sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.002 Dibayangi Eskalasi Perang Iran

Market news editor Anggie Ariesta
30/03/2026 16:33 WIB
Pelemahan ini dipicu oleh potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman melancarkan serangan di Laut Merah
Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.002 Dibayangi Eskalasi Perang Iran (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.002 Dibayangi Eskalasi Perang Iran (Foto: iNews Media Group)

Sentimen Konsumen pada Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54. Ekspektasi inflasi untuk dua belas bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen.

Pasar yang saat ini memperkirakan langkah selanjutnya dari Federal Reserve (Fed) adalah kenaikan suku bunga, mengingat skenario harga energi yang tinggi. 

Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan tidak akan ada penurunan suku bunga tahun ini dan bertaruh pada peluang 50 persen akan ada kenaikan suku bunga di akhir 2026, dibandingkan dengan proyeksi 2 kali penurunan suku bunga sebelum perang AS-Iran dimulai.

Dari sentimen domestik, rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran perlu didukung oleh kombinasi kebijakan lain agar efektif menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Tekanan fiskal yang terjadi saat ini bersifat struktural, yang berasal dari subsidi energi, kenaikan biaya bunga utang, dan kebutuhan belanja prioritas. Maka dari itu, kebijakan efisiensi anggaran tidak bisa berdiri tunggal untuk menjaga defisit tetap terkendali, sehingga diperlukan kombinasi kebijakan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement