sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.744 

Market news editor Anggie Ariesta
25/05/2026 17:06 WIB
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian damai AS dan Iran serta beralihnya ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.744 (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.744 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15 persen ke level Rp17.744 per USD pada perdagangan Senin (25/5/2026) awal pekan.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian damai AS dan Iran serta beralihnya ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed).

“Yang positifnya itu adalah pasar ini optimis bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati kesepakatan perdamaian. Walaupun ya masih ada perselisihan mengenai isu-isu kunci tentang Blokade Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Menurutnya, ada hal yang berisiko besar memicu kegagalan total pada kesepakatan geopolitik tersebut.

"Nah tetapi kita harus ingat juga bahwa apakah nota kesepakaman ini akan ditatangani? Tidak. Karena yang lebih penting itu adalah tentang masalah Uranium. Kemudian yang kedua tentang masalah dana yang dibekukan dari tahun 70-an. Ya ini pun juga cukup menarik dan saya kemungkinan besar beranggapan bahwa perdamaian ini kemungkinan besar akan gagal total," tutur Ibrahim.

Di sisi lain, jajaran petinggi Federal Reserve dilaporkan mulai kompak menyuarakan sinyal pengetatan moneter (hawkish) apabila indikator inflasi di Negeri Paman Sam tidak kunjung menjinak mendekati target sasaran.

Tekanan psikologis bagi instrumen mata uang negara berkembang diprediksi akan semakin pekat sepanjang pekan ini, mengingat pasar sedang bersiap menanti rilis data makroekonomi AS berskala besar.

Beralih ke faktor domestik, Ibrahim menyoroti mengapa penurunan harga minyak mentah dunia gagal memberikan daya dongkrak atau sentimen positif bagi rupiah. 

Rupiah justru melempem akibat ketakutan pasar terhadap pengelolaan defisit anggaran negara serta polemik restrukturisasi regulasi tata niaga ekspor.

"Kemudian yang ketiga ya tentang kebijakan-kebijakan yang kurang pro terhadap pasar ya ini yang membuat kemungkinan besar rupiah ini masih akan terus mengalami pelemahan dan pelemahan ini kemungkinan akan berlanjut besok ya ada 50-60 poin pelemahan," ujar Ibrahim.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement