sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN

Market news editor Anggie Ariesta
23/02/2026 15:44 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (23/2/2026).
Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN. (Foto Istimewa)
Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN. (Foto Istimewa)

Pemerintah AS kemudian menaikkan tarif menjadi 15 persen, maksimum yang diizinkan berdasarkan undang-undang tersebut, yang meningkatkan kekhawatiran tentang tindakan balasan dan potensi gangguan pada rantai pasokan global. Ketidakpastian mengenai durasi dan cakupan tarif, serta kemungkinan tantangan hukum dan kongres, menambah volatilitas pasar.

Sementara itu, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal keempat tahun lalu menurun dari 4,4 persen menjadi 1,4 persen secara YoY, yang disebabkan oleh penutupan pemerintah AS selama 43 hari.

Sementara Data PCE inti terbaru semakin memperkuat pandangan bahwa Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga tetap dalam beberapa bulan mendatang. PCE inti tingkat tahunan meningkat menjadi 3,0 persen dari 2,8 persen, tetap di atas target 2 persen bank sentral.

Dari sentimen domestik, kata Ibrahim, Kementerian Keuangan mencatat APBN membukukan defisit sebesar Rp54,6 triliun per akhir Januari 2026. Hal tersebut setara dengan 0,21 persen dari produk domestik bruto (PDB), dengan rincian pendapatan negara mencapai Rp172,7 triliun per Januari 2026. Realisasi itu setara 5,5 persen dari target pendapatan negara sepanjang tahun ini sebesar Rp3.153,6 triliun.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement