Di tengah tantang an global yang tidak mudah tersebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang Kuat. Hal ini terbukti dari kinerja APBN hingga Agustus 2026 tetap solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif pada semester I-2026 tercatat solid di level 5,45 persen (yoy), dengan pertumbuhan triwulan II mencapai 5,29 persen.
Pendapatan negara masih tumbuh hingga mencapai Rp2.055,6 triliun, setara dengan 65,2 persen dari target APBN. Hal tersebut menunjukkan APBN tetap menjadi instrumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat.
Sepanjang 2026, APBN digunakan secara fleksibel dan responsif untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk penanganan bencana, menjaga stabilitas harga serta ketersediaan energi dan pangan di tengah kenaikan harga minyak dunia dan ancaman El Nino.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi melemah dalam rentang Rp17.890-Rp18.140 per USD.
(NIA DEVIYANA)