AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah di Level Rp14.242 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 22 September 2021 16:15 WIB
Pada perdagangan hari ini, Rupiah ditutup melemah lima poin di level Rp14.242 per dolar Amerika Serikat (USD).
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah di Level Rp14.242 per USD (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pada perdagangan hari ini, Rupiah ditutup melemah lima poin di level Rp14.242 per dolar Amerika Serikat (USD). Salah satunya dipengaruhi sentimen rencana kebijakan tapering dari Bank Sentral AS, The Fed.

Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan melemahnya mata uang garuda ini sejalan dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang telah melakukan stress test maupun evaluasi baik mingguan maupun bulanan.
 
Serta memperbaharui informasi dan menakar dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dalam mengantisipasi dampak pengurangan likuiditas alias tapering yang dilakukan oleh Bank Sentral AS, The Fed.
 
“Stress test yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukan hasil, dimana tapering yang kemungkinan akan dilakukan Fed pada November 2021 akan memberi dampak yang jauh lebih kecil dari taper tantrum pada 2013,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Rabu (22/9/2021).
 
Ia menuturkan terdapat beberapa alasan yang menyebabkan stress test akan berhasil. Diantaranya, semakin jelasnya komunikasi Fed kepada investor, media, dan masyarakat mengenai rencana tapering yang diterima dengan sangat baik oleh pasar. Menurutnya, ini bisa terlihat dari indikator tingkat suku bunga obligasi Negeri Paman Sam yang tidak naik secara signifkan pada saat ini.
 
“Kemudian adanya langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang terus membaik saat ini oleh BI bersama dengan Kementerian Keuangan, terutama melalui triple intervention di pasar spot, Domestic Non – Delivery Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” lanjutnya.
 
Selain itu, kata Ibrahim, stress test  juga ditopang oleh ketahanan eksternal Indonesia yang terus terjaga dengan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang akan terus membaik, serta cadangan devisa yang kuat.
 
Adapun dia bilang, hal ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
 
Sedangkan untuk perdagangan besok, Kamis (23/9) mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat  di rentang Rp14.230 - Rp14.290.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD