BI mencatat bahwa PMI BI itu didorong oleh ekspansi (>50 persen) pada beberapa komponen, seperti Volume Produksi (53,81 persen), Volume Persediaan Barang Jadi (53,00 persen), serta Volume Total Pesanan (52,77 persen).
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.870-Rp17.930 per dolar AS. Sedangkan dalam perdagangan pekan depan diprediksi pada level Rp17.750-Rp18.050 per dolar AS.
(Febrina Ratna Iskana)