AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Rupiah Hari Ini Melemah 44 Poin di Rp14.598

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 12 Mei 2022 15:36 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Kamis (12/5/2022) ditutup melemah 44 poin di level Rp14.598 per USD.
Rupiah Hari Ini Melemah 44 Poin di Rp14.598 (FOTO: MNC Media)
Rupiah Hari Ini Melemah 44 Poin di Rp14.598 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Kamis (12/5/2022) ditutup melemah 44 poin di level Rp14.598 per USD. Pemelemahan ini akibat imbas suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Dolar menguat terhadap mata uang lainnya hari ini, karena investor mencerna indeks harga konsumen (CPI) AS, yang menunjukkan inflasi tetap tinggi tetapi telah mencapai puncaknya pada bulan April, meredakan beberapa kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari Federal Reserve.

"Inflasi AS sedikit mereda pada bulan April sebesar 8,3 persen tetapi tetap mendekati level tertinggi 40 tahun. Data tidak mungkin menggagalkan rencana kebijakan moneter agresif The Fed," ungkap Ibrahim dalam risetnya, Kamis (12/5/2022).

Sedangkan, Indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,3 persen bulan ke bulan di bulan April, kenaikan terkecil sejak Agustus, kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada hari Rabu, dibandingkan dengan kenaikan 1,2 persen bulan ke bulan di CPI di bulan Maret, kenaikan terbesar sejak September 2005.

Federal Reserve AS menaikkan suku bunganya menjadi 1 persen minggu lalu untuk mendinginkan inflasi, kenaikan terbesar dalam 22 tahun. Investor khawatir tentang kebijakan pengetatan dari The Fed dapat menyebabkan resesi. Imbal hasil AS 10-tahun memperpanjang penurunan menjadi 2,90 persen.

Dari sentimen domestik, berdasarkan survey Bank Indonesia (BI), Kinerja penjualan eceran pada April 2022 diperkirakan meningkat. Ini terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2022 yang sebesar 219,3 atau naik 6,8 persen month on month (mom) dari 205,3 pada bulan Maret 2022. Bahkan pertumbuhan pada bulan April 2022 ini juga lebih tinggi dari pertumbuhan sebesar 2,6 persen mom pada bulan Maret 2022.

Peningkatan ini didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Besar Keagamaan Negara (HBKN) Idul Fitri. Sedangkan peningkatan secara bulanan ini terjadi pada sebagian kelompok, yaitu kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 5,1 persen mom, Makanan, Minuman, dan Tembakau baik 81, persen, serta sub kelompok Sandang naik 10,7 persen mom.

Dalam perdagangan sore ini, mata uang garuda ditutup melemah. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.580 - Rp14.640. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD