AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

BI Dorong Penggunaan Rupiah Pada Kegiatan Internasional, Ini Pertimbangannya

BANKING
Viola Triamanda/MPI
Rabu, 11 Mei 2022 15:56 WIB
Aturan tersebut juga telah berlaku secara efektif sejak tanggal 27 April 2022 lalu.
BI Dorong Penggunaan Rupiah Pada Kegiatan Internasional, Ini Pertimbangannya (foto: MNC Media)
BI Dorong Penggunaan Rupiah Pada Kegiatan Internasional, Ini Pertimbangannya (foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan mata uang rupiah di setiap kegiatan internasional yang diselenggarakan di wilayah Indonesia. Aturan tersebut juga telah berlaku secara efektif sejak tanggal 27 April 2022 lalu.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menyatakan bahwa kebijakan tersebut sengaja diberlakukan demi mendukung kegiatan perekonomian nasional.

"Dampak dari kebijakan penggunaan rupiah pada kegiatan Internasional tersebut diharapkan mampu mendukung kestabilan nilai tukar rupiah, mendorong pendalaman pasar keuangan, dan mendorong perbaikan struktur ekonomi domestik," ucap Erwin, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (11/5/2022).

Ketentuan yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 24/6/PBI/2022 tentang Kebijakan Penggunaan Rupiah pada Kegiatan Internasional tersebut meliputi aspek pengaturan penggunaan rupiah dalam konteks yurisdiksi dan pelaku, yang meliputi penggunaan rupiah oleh penduduk dan bukan penduduk di luar wilayah NKRI, serta penggunaan rupiah bukan penduduk di dalam wilayah NKRI.

Ranah aturan ini juga termasuk cakupan berdasarkan bentuknya (fisik, rekening dan instrumen keuangan digital) dan penggunaannya (kuotasi, transaksi keuangan, dan pencatatan transaksi keuangan). Ditegaskan juga bahwa penggunaan rupiah oleh bukan penduduk wilayah NKRI perlu didukung underlying kegiatan perekonomian.

"Harapannya dengan aturan baru ini dapat lebih mendukung perbaikan perekonomian Indonesia, serta inflasi yang tetap terkendali," tutur Erwin.

Sebagaimana dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS), perbaikan ekonomi Indonesia memang terus berlanjut seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di tengah peningkatan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

Hal tersebut tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan I/2022 yang tetap kuat, yakni 5,01 persen (yoy), tidak jauh berbeda dengan capaian triwulan sebelumnya 5,02 persen (yoy). Selain terjaganya kinerja ekspor, pemulihan ekonomi juga didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,34 persen (yoy). (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD