sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Loyo Hambat Gerak IHSG, Cek Analisa Tiga Saham GGRM-ICBP untuk Pekan Ini

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
02/06/2026 07:11 WIB
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menegaskan, pelemahan dan larinya investor asing dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik.
Rupiah Loyo Hambat Gerak IHSG, Cek Analisa Tiga Saham GGRM-ICBP untuk Pekan Ini. (Foto Istimewa)
Rupiah Loyo Hambat Gerak IHSG, Cek Analisa Tiga Saham GGRM-ICBP untuk Pekan Ini. (Foto Istimewa)

Namun, dari domestik ada tekanan nilai tukar rupiah, di mana rupiah menutup pekan di kisaran Rp17.863 per USD (kurs BCA, 29 Mei 2026) mendekati level terendah sepanjang masa. Pelemahan sebesar 6,6 persen YtD menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terendah di Asia bersama rupee India dan peso Filipina.

"Tekanan berasal dari capital outflow terkait rebalancing MSCI, defisit transaksi berjalan kuartal I-2026 sebesar USD4 miliar (1,09 persen PDB), permintaan valas musiman untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri pada kuartal II serta penguatan dolar AS akibat sikap hawkish The Fed," kata David.

Memasuki Juni 2026, perhatian investor diperkirakan akan beralih dari dampak rebalancing MSCI menuju kemampuan otoritas menjaga stabilitas rupiah dan memulihkan kepercayaan investor asing. Stabilitas nilai tukar akan menjadi faktor paling krusial dalam menentukan arah pasar ke depan.

Meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga menjadi 5,25 persen untuk meredam tekanan eksternal, pasar masih akan mencermati apakah kebijakan tersebut cukup efektif untuk menahan volatilitas rupiah dan mengurangi tekanan arus keluar modal. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement