sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Pagi Ini Dibuka Tertekan ke Rp17.750 per USD

Market news editor Rohman Wibowo
02/09/2026 09:30 WIB
Pergerakan nilai tukar rupiah kembali tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan sesi perdagangan pagi hari ini, Rabu (2/9/2026).
Rupiah Pagi Ini Dibuka Tertekan ke Rp17.750 per USD. (Foto iNews Media Group)
Rupiah Pagi Ini Dibuka Tertekan ke Rp17.750 per USD. (Foto iNews Media Group)

Menurut perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 66 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari sekitar 38 persen sebelum pidato Warsh.

"Fokus pasar hari ini adalah rilis data PMI Manufaktur dan JOLTS Job Openings dengan fokus utama minggu ini adalah data ketenagakerjaan utama AS data Nonfarm Payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Sedangkan secara internal, Ibrahim menyoroti kinerja manufaktur Indonesia yang kembali mengalami tekanan pada Agustus 2026. Kondisi tersebut tecermin dari S&P Global Indonesia Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) yang turun ke level 49,8, dari 50,2 pada Juli 2026. 

"Penurunan PMI Manufaktur ke bawah ambang batas 50,0 menunjukkan bahwa kondisi operasional sektor manufaktur kembali mengalami kontraksi setelah sempat mencatatkan ekspansi tipis pada bulan sebelumnya," kata Ibrahim.

S&P Global mencatat, pelemahan PMI manufaktur pada Agustus terutama dipengaruhi oleh kembali turunnya output dan penyerapan tenaga kerja membalikkan perbaikan yang tercatat pada bulan sebelumnya. Produksi dan ketenagakerjaan manufaktur Indonesia tercatat menurun dalam lima dari enam periode survei terakhir. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement