Seturut itu, Ibrahim menekankan soal Indonesia mencatatkan inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month to month/MtM) pada Agustus 2026, setelah sebelumnya mencatat deflasi 0,14 persen pada Juli 2026. Pada Agustus 2026, Indonesia mencatatkan inflasi 3,19 persen secara tahunan.
Lalu, secara tahun kalender terjadi inflasi 1,86 persen (year to date).Dan terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Juli 2026 sebesar USD120 juta, usai sempat mengalami defisit pada Juni 2026 lalu sebesar USD450 juta. Indonesia mencatatkan ekspor Juli 2026 mencapai USD26,22 miliar atau naik 6,05 persen jika dibandingkan Juli 2025 (YoY).
Nilai ekspor migas tercatat mencapai USD0,79 miliar atau turun 14,58 persen, sedangkan nilai ekspor nonmigas naik 6,84 persen dengan nilai pada Juli 2026 sebesar USD25,45 miliar.
(Dhera Arizona)