Target kenaikan jangka pendek berada di kisaran 227, yang merupakan area resistance Fibonacci 1.618. Sementara itu, resistance berikutnya diperkirakan berada pada rentang 240-243 sebagai target lanjutan.
Dalam skenario positif, kata BRI Danareksa, jika harga mampu bertahan di atas 214, maka peluang penguatan menuju 227 hingga 240 terbuka.
Namun demikian, koreksi terbatas atau pullback ke area 214-205 masih dianggap sehat, selama tidak terjadi penembusan ke bawah level tersebut.
Sebelumnya, BNBR berencana melakukan penambahan modal melalui skema rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) tahap V dengan menerbitkan hingga 86,7 miliar saham baru.
Dalam dokumen ringkasan prospektus, perseroan akan menawarkan saham baru seri E dengan nilai nominal Rp12 per saham. Setiap pemegang 2 saham lama berhak atas 1 HMETD yang dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru.