Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (16/7/2026), IHSG ditutup menguat 1,10 persen. Penguatan tersebut didukung sentimen positif dari realisasi Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia yang melonjak 27,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi rekor Rp257,7 triliun pada kuartal II 2026.
Dari eksternal, menurut BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar mencermati data penjualan ritel (Retail Sales) Amerika Serikat yang naik 0,2 persen secara bulanan (month on month/MoM) pada Juni, sejalan dengan ekspektasi pasar.
Data tersebut mengindikasikan konsumsi masyarakat AS masih cukup resilien meski mengalami perlambatan.
Investor juga akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang masih cenderung berhati-hati dalam menyikapi tekanan inflasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.