Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat tekanan jual asing terbesar dengan net sell mencapai Rp951,08 miliar. Harga saham BMRI ditutup di level Rp3.990 per unit pada Jumat (26/6/2026) atau melemah 7,42 persen dalam sepekan.
Selain BMRI, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga mengalami aksi jual asing sebesar Rp405,35 miliar. Saham BBRI berakhir di level Rp2.870 per unit, turun 2,05 persen secara mingguan.
Tekanan jual asing juga terjadi pada saham konglomerasi dan sektor komoditas. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net sell asing Rp272,81 miliar, dengan harga saham terkoreksi 12,86 persen dalam sepekan menjadi Rp1.795 per unit.
Sementara itu, saham tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat jual bersih asing Rp219,25 miliar. Saham EMAS melemah paling dalam di antara daftar tersebut, yakni turun 16,38 persen dalam sepekan ke level Rp6.125 per unit.
Saham tambang batu bara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak dijual asing dengan nilai Rp202,21 miliar. Meski demikian, harga saham AADI masih mampu menguat 2,22 persen sepanjang pekan ke level Rp8.050 per unit.