Di sisi lain, sentimen terhadap sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), mulai membaik setelah laporan keuangan Micron Technology menunjukkan kinerja yang solid.
Dari dalam negeri, pelemahan rupiah yang kembali mendekati level Rp18.000 per USD menjadi perhatian investor.
BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan eksternal tersebut masih berpotensi membatasi aliran dana asing ke pasar saham domestik.
Investor juga mulai mencermati rangkaian penawaran umum perdana saham (IPO) yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli.
Aksi korporasi tersebut berpotensi menyerap sebagian likuiditas pasar dalam jangka pendek sehingga dapat memengaruhi pergerakan IHSG. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.