Dalam analisisnya, BRI Danareksa Sekuritas menyebut area 5.730-5.850 menjadi level support terdekat yang perlu dipertahankan. Sementara itu, IHSG menghadapi resistance pada kisaran 6.000-6.130.
Dari sisi sentimen, pasar saham global dan domestik masih dibayangi meningkatnya risiko geopolitik.
Laporan mengenai serangan terhadap kapal kargo di Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global, yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi.
Sementara dari Amerika Serikat (AS), data Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Mei menunjukkan kenaikan 0,3 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan.
Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi atau higher for longer masih akan dipertahankan oleh The Federal Reserve.