Mengutip Trading Economics, pelemahan itu terjadi setelah muncul kabar Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya.
Warsh dipandang lebih hawkish dibanding kandidat lain, sehingga memicu kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter.
Meski diliputi volatilitas tinggi, emas tetap mendapat sokongan dari kuatnya pembelian bank sentral serta apa yang dikenal sebagai debasement trade, ketika investor beralih ke aset fisik dari mata uang dan obligasi di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal.
Ketidakpastian global, ditambah kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, kian memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.