Menurut analisis MNC Sekuritas, Kamis (3/9), ERAA menyiapkan anggaran maksimal Rp500 miliar untuk aksi tersebut, atau lima kali lebih besar dibandingkan alokasi buyback sebelumnya.
Program buyback akan berlangsung pada 4 September hingga 4 Desember 2026 dengan jumlah maksimal mencapai 797,5 juta saham atau setara 5,0 persen dari total modal disetor.
MNC Sekuritas menilai peningkatan anggaran buyback tersebut dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan saham ERAA karena memberikan bantalan yang lebih kuat terhadap harga saham di pasar sekunder.
Pendanaan buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Likuiditas ERAA dinilai tetap terkendali, ditopang posisi kas dan setara kas sebesar Rp1,31 triliun pada semester I-2026.
Selain buyback, menurut MNC Sekuritas, prospek bisnis ERAA pada semester II-2026 juga berpotensi mendapat dorongan dari peluncuran produk-produk baru atau new product innovations (NPI).