Karena itu, menurut dia, keluarnya GOTO dari indeks global tidak serta-merta mengubah strategi maupun keputusan kelompok investor tersebut.
Dari sisi fundamental, kinerja bisnis GOTO justru dinilai menunjukkan perbaikan, terutama setelah perseroan membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.
Pada kuartal I-2026, GOTO mencatat laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar.
Kinerja tersebut berlanjut pada kuartal II-2026 dengan laba bersih yang meningkat 47 persen menjadi Rp252 miliar. Dengan demikian, sepanjang semester I-2026 GOTO telah membukukan laba bersih Rp423 miliar.
“Kalau lihat kinerja dengan pendapatan yang tumbuh double digit, laba bersih positif, margin semakin tebal dan cash flow sehat, artinya tidak ada masalah dengan fundamentalnya,” imbuh Aditya.