IDXChannel – Saham emiten Grup Bakrie, yang sebagian juga dikendalikan Grup Salim, melonjak pada Jumat (13/2/2026), saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,44 persen pagi ini.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.26 WIB, lonjakan tertinggi dicatat PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang melesat 15 persen ke Rp1.610 per unit. Disusul PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) yang naik 11,31 persen ke Rp935.
Penguatan berikutnya terjadi pada PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang menguat 8,94 persen ke Rp975, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang bertambah 7,96 persen ke Rp610.
Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik lebih moderat sebesar 3,7 persen ke Rp280, meski mencatat nilai transaksi terbesar di antara kelompok ini.
Berbeda, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bergerak stagnan di Rp1.070.
Kabar terbaru, BUMI kembali melanjutkan aksi pendanaan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana hingga Rp5 triliun.
Dalam rangkaian PUB tersebut, perseroan sebelumnya telah menerbitkan Obligasi Tahap I senilai Rp350 miliar, Tahap II sebesar Rp721,61 miliar, dan Tahap III sebesar Rp780 miliar pada 2025.
Kini, BUMI bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp612,75 miliar. Obligasi ini ditawarkan pada harga 100 persen dari nilai pokok dengan tingkat bunga tetap 7,25 persen per tahun dan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi.
Pembayaran pokok dilakukan sekaligus saat jatuh tempo (bullet payment). Sementara bunga dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 20 Mei 2026 dan pembayaran terakhir sekaligus pelunasan pokok pada 20 Februari 2029.
Obligasi diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti utang kepada pemegang obligasi.
Perseroan membuka peluang penerbitan Obligasi Tahap V dan tahap selanjutnya sesuai kebutuhan pendanaan ke depan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.