Pergerakan saham emiten emas terjadi setelah harga emas global kembali melanjutkan pelemahan pada Kamis. Harga emas spot turun 0,4 persen menjadi USD3.985,89 per troy, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak November 2025.
Mengutip Reuters, pelemahan emas dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 13 bulan serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.
Pasar kini menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, yang menjadi indikator pilihan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya. (Aldo Fernando)