Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan saham Astra International masih berada dalam tren positif.
“Tekanan yang terjadi saat ini diakibatkan oleh berita mengenai usai izin tambang emas ASII dan UNTR dicabut oleh pemerintah,” tulis BRI Danareksa, Rabu (21/1).
Terkait strategi, BRI Danareksa Sekuritas menyarankan investor untuk bersikap lebih selektif.
“Jika ingin melakukan pembelian, dapat ditunggu hingga aksi jual mereda,” tulisnya.
Dari sisi teknikal, potensi koreksi dinilai masih terbuka hingga area tertentu. “Kami memproyeksikan penurunan bisa mencapai level Fibonacci retracement-nya di 6.167–6.400-an,” demikian kata BRI Danareksa.