IDXChannel – Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induk usahanya, PT Astra International Tbk (ASII), tergelincir pada perdagangan Rabu (21/1/2026), menyusul keputusan pemerintah mencabut izin tambang emas dan perak Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.34 WIB, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) anjlok 14,93 persen ke level Rp27.200 per saham, menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15 persen. Nilai transaksi tercatat jumbo, mencapai Rp1,17 triliun, yang mencerminkan kuatnya tekanan jual.
Sejalan dengan itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) turut ambles 9,28 persen ke level Rp6.600 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,16 triliun.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, kebijakan terkait pencabutan izin tambang Agincourt berpotensi menjadi perhatian serius bagi investor UNTR.
“Tentunya ini menjadi kekhawatiran karena izin tambang Agincourt memberi sumbangsih cukup besar terhadap laba UNTR,” ujar Michael, Rabu (21/1).