IDXChannel – Saham tambang PT United Tractors Tbk (UNTR), dan induk usahanya PT Astra International Tbk (ASII) jatuh pada Rabu (21/1/2026) usai pemerintah resmi mencabut izin tambang emas dan perak Martabe, yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.04 WIB, saham UNTR anjlok 14,00 persen ke Rp27.500 per unit, mendekati area auto rejection bawah (ARB) 15 persen. Nilai transaksi jumbo, yakni mencapai Rp845,30 miliar, mencerminkan aksi jual yang tinggi.
Setali tiga uang, saham ASII ambles 8,59 persen ke Rp6.650 per unit, dengan nilai transaksi Rp932,63 miliar.
Profil Agincourt
PTAR merupakan unit usaha yang mengoperasikan Tambang Emas Martabe di Sumatera Utara dan selama ini menjadi pilar diversifikasi UNTR di luar batu bara, selain bisnis nikel.
Perusahaan ini memiliki 95 persen saham di PTAR dan 80 persen di PT Sumbawa Jutaraya (SJR).