Seiring penurunan IHSG, nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mendekati level terlemahnya sepanjang sejarah, seiring meningkatnya tekanan eksternal di pasar global.
Berdasarkan catatan BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (23/4), rupiah tercatat melemah sekitar 0,79 persen ke posisi Rp17.300 per USD.
Pelemahan ini terjadi di tengah memburuknya sentimen global yang mendorong pelaku pasar menghindari aset berisiko.
BRI Danareksa Sekuritas menilai, meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama perubahan arah aliran dana global.
Kondisi tersebut memicu sentimen risk-off, di mana investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih aman.