Di saat yang sama, kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah turut menekan sentimen pasar.
Pergerakan ini terjadi setelah Wall Street kembali mencatatkan penguatan.
Indeks S&P 500 naik 1 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,6 persen dan ditutup di level tertinggi baru, didorong awal musim laporan keuangan yang solid dan meredakan kekhawatiran terhadap daya beli konsumen Amerika Serikat.
Namun di Asia, reli tersebut tidak bertahan lama. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang sempat menyentuh rekor sebelum akhirnya berbalik turun sekitar 0,7 persen.
Aksi jual mulai muncul setelah investor mengunci keuntungan dari kenaikan sebelumnya.
Di Jepang, Nikkei 225 sempat mencetak rekor baru untuk hari kedua berturut-turut, namun kemudian berbalik melemah lebih dari 1 persen. Bursa di Korea Selatan dan Taiwan juga mengalami pola serupa—menguat ke level tertinggi sebelum akhirnya terkoreksi.