Di sisi lain, penguatan dolar AS yang ditopang oleh tingginya imbal hasil (yield) obligasi turut memperbesar tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Arus keluar modal (capital outflow) pun tak terhindarkan, memperlemah posisi rupiah di pasar valuta asing.
Selain faktor keuangan, lonjakan harga energi global juga memberikan tekanan tambahan.
Sebagai negara net importir energi, Indonesia menghadapi risiko pelebaran defisit transaksi berjalan yang pada akhirnya membebani nilai tukar.
Bursa Asia Balik Arah
Pelemahan indeks domestik mengekor bursa saham Asia yang berbalik melemah pada Kamis, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, seiring investor melakukan aksi ambil untung dari reli sektor teknologi.