Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 10.26 WIB meningkat 2,87 persen ke level 7.170, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.195,19.
Penguatan ini didorong optimisme pasar setelah FTSE Russell menegaskan Indonesia tetap berstatus Secondary Emerging Market.
Selain itu, pengumuman gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran turut menekan harga minyak dan meningkatkan selera risiko investor.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai kabar ini sangat positif bagi pasar domestik. "Ini merupakan kabar yang baik untuk bursa kita. Selanjutnya adalah yang dinanti investor mengenai keputusan MSCI terhadap klasifikasi kita," ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Michael menambahkan bahwa MSCI sebelumnya memang menyoroti potensi Indonesia masuk ke Frontier Market. Namun, dengan status yang tetap di Emerging Market menurut FTSE, perkiraan arus keluar modal asing dari Indonesia akan lebih terkendali.