Bahkan, diskusi internal sempat mengarah pada potensi defisit hingga 4 persen.
Meski demikian, pemerintah tetap menegaskan komitmen menjaga defisit di bawah ambang batas guna meredam kekhawatiran investor.
Bagi Fitch, pelonggaran satu tahun masih dapat ditoleransi, selama tidak menjadi tren berkepanjangan.
Lebih lanjut, Fitch juga menyoroti risiko pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter yang terlalu agresif demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Minimnya reformasi struktural dinilai dapat mendorong pemerintah mengambil langkah ekspansif yang berisiko terhadap stabilitas jangka panjang.
Selain itu, lembaga ini akan mencermati potensi penggunaan dana investasi negara Danantara untuk mendanai belanja publik di luar mekanisme anggaran, yang dinilai bisa menjadi cara mengakali batas defisit.