Dari sisi moneter, perluasan mandat Bank Indonesia (BI) juga menjadi perhatian.
Rencana penambahan tugas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dinilai berpotensi mengaburkan fokus utama bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang sempat melemah hingga menyentuh level terendah sepanjang masa di Rp17.320 per USD pada Kamis.
Fitch menilai, kompleksitas mandat tersebut meningkatkan risiko kesalahan kebijakan, terutama di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi terhadap perekonomian Indonesia.
Asing Terus Lego Saham
IHSG sepanjang pekan ini masih dibayangi aksi jual investor asing. Tercatat, net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp1,89 triliun, yang menahan ruang penguatan indeks.
Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (24/4), tekanan utama berasal dari saham perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Pelemahan pada saham-saham tersebut menjadi faktor dominan yang membatasi laju IHSG.