Selain nama-nama di atas saham-saham konglomerat lainnya juga reli, mulai dari Grup Arsari, Agung Sedayu, hingga Happy Hapsoro.
BRI Danareksa menilai, pada Rabu (11/2/2026), pertemuan Presiden Prabowo dengan para konglomerat memperkuat narasi sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut BRI Danareksa, pesan mengenai kolaborasi dan kepastian arah kebijakan tersebut dipersepsikan positif oleh pasar. Sentimen ini dinilai mampu menopang saham-saham berbasis konglomerasi sekaligus mendukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan.
Sementara, pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai pertemuan tersebut sebagai sinyal yang baik bagi pasar.
“Tentunya kita melihat ini sebagai hal positif karena kita kitahui pada awal pemerintahan Prabowo, para konglomerat ini juga dikumpulkan di istana,” ujar Michael, Rabu (11/2/2026).